Pasar prediksi tengah mengalami lonjakan pertumbuhan yang pesat, dan Meta, raksasa teknologi yang menaungi Facebook, berencana untuk masuk ke dalam ranah ini dengan memperkenalkan platform baru yang dinamai 'Arena'. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisinya dalam kompetisi yang semakin ketat. Berdasarkan informasi internal, tim yang dipimpin oleh CEO Mark Zuckerberg sedang meninjau penggunaan sistem poin, serupa dengan mekanisme dalam permainan, sebagai mata uang virtual. Sementara peluncuran awal tidak akan melibatkan transaksi uang asli, strategi ini membuka peluang baru di masa mendatang.
Langkah ini memungkinkan Meta untuk memanfaatkan jejaring sosialnya yang luas, yang mencakup lebih dari 3,5 miliar akun aktif setiap hari di platform seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Messenger. Dengan demikian, Meta menempatkan dirinya sebagai kompetitor utama bagi sportsbook besar, bursa kripto, serta perusahaan rintisan seperti Kalshi dan Polymarket yang telah mencapai valuasi miliaran dolar. Perubahan dalam regulasi, seperti aturan baru pasar prediksi, juga dapat mempengaruhi strategi mereka ke depan.
Langkah Strategis Kalshi di Pasar Saham
Saat ini, Kalshi semakin mendapatkan eksposur dengan peningkatan valuasinya. CEO Kalshi, Tarek Mansour, mengungkapkan bahwa meski ada wacana untuk masuk ke bursa saham, hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Dalam wawancara dengan CNBC, Mansour menyatakan bahwa meskipun beberapa pembicaraan telah dilakukan dengan bank investasi, belum ada keputusan akhir. Dengan pendapatan tahunan mencapai $2 miliar, Kalshi berhati-hati dalam menentukan langkah selanjutnya.
Polemik Hukum Kalshi tentang Pajak di Illinois
Di sisi lain, Kalshi menghadapi tantangan hukum di Illinois terkait regulasi pajak baru yang diterapkan untuk taruhan olahraga. Pajak sebesar 15% ini merupakan bagian dari anggaran sebesar $56 miliar yang telah disetujui oleh Gubernur JB Pritzker. Kalshi telah mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS di Illinois Utara, mengklaim bahwa aturan ini melanggar Klausul Supremasi dari Konstitusi AS. Dalam gugatan tersebut, Kalshi berusaha agar pengadilan menunda penerapan peraturan yang rencananya mulai berlaku pada 1 Juli ini.