Sebuah studi mutakhir mengungkapkan bahwa iklan perjudian online yang tidak sah merajalela di platform Meta, menjangkau jutaan pengguna Belanda pada Maret 2026. Penelitian ini dilaksanakan oleh XY Legal Solutions B.V. bersama VNLOK, dengan menganalisis data dari perpustakaan iklan Meta untuk Facebook dan Instagram.
Hasil Penelitian yang Ditemukan
Estimasi dari studi ini menyatakan bahwa iklan-iklan tersebut mencapai sekitar 37,9 juta pengguna di Belanda dalam bulan Maret 2026. Jika diasumsikan setiap pengguna melihat dua kali, jumlah tayangan mencapai 75,8 juta. Iklan diarahkan ke 1.292 URL unik dan berasal dari 2.210 halaman Facebook yang berbeda. Fenomena ini berlanjut hingga April, saat Kansspelautoriteit (KSA) telah mengajukan lebih dari 4.600 laporan mengenai promosi perjudian ilegal di Meta.
Dampak terhadap Kaum Muda
Penelitian menunjukkan bahwa 5,8 juta tayangan pada Maret menyasar pengguna berusia 18 hingga 24 tahun, dengan potensi tayangan mencapai 71 juta sepanjang tahun. Sebanyak 65,4% iklan ilegal tersebut difokuskan pada pengguna di bawah 24 tahun, yang melanggar regulasi baru mengenai target audiens.
Pendapatan dari Iklan Tak Resmi
Sementara Meta tidak merinci pendapatan negara per negara, peneliti menggunakan patokan biaya per seribu tayangan (CPM) untuk menghitung potensi pendapatan. Berdasarkan tiga skenario CPM, yakni €8, €11, dan €15, pendapatan dari iklan ilegal pada Maret 2026 diperkirakan berkisar antara €606.551 hingga €1.137.283, dengan potensi tahunan sampai €7,3 juta hingga €13,6 juta.
Polemik yang Terus Berlanjut
Isu pembatasan iklan perjudian terus menjadi perdebatan di Belanda. Pada 2023, kebijakan baru melarang iklan yang tidak ditargetkan secara spesifik untuk tidak mencapai kaum muda. Namun, penyedia ilegal tetap mengeksploitasi media sosial untuk menjangkau audiens ini. Menjelang Piala Dunia, aturan ini diperketat, dan pemerintah Belanda berencana menindak tegas pelanggaran. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mempertimbangkan larangan total iklan perjudian. VNLOK memperingatkan bahwa pelarangan total dapat mendorong aktivitas menuju pasar gelap, yang bisa merusak kebijakan perjudian nasional saat ini.